Posted on Selasa, 27 Januari 2009 by Catshade
Seperti apa orang karakteristik seorang blogger? Tentu sulit menggeneralisasinya, tapi para peneliti menemukan beberapa kesamaan sifat pada blogger-blogger tertentu. Blogger perempuan yang berusia dewasa muda (kuliahan), misalnya, cenderung mempunyai kepribadian yang neurotik (gampang cemas, gugup, atau insecure); blog pun dijadikan sarana oleh mereka untuk menghindari rasa kesepian dan membangun hubungan sosial dengan orang lain.
Selain itu, salah satu faktor kepribadian yang umum ditemukan dalam seorang blogger (baik pria maupun wanita) adalah keterbukaannya terhadap pengalaman-pengalaman baru (opennes to experience). Ciri ini juga dikatakan berkaitan dengan kreativitas seseorang.
Apakah analisis itu juga sesuai dengan kepribadian anda, para blogger?
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Berita | Ditandai: blog, blogger, cemas, gugup, kepribadian, kreatif, perempuan, terbuka, wanita | 9 Komentar »
Posted on Minggu, 25 Januari 2009 by Catshade
Sebuah survei skala besar yang melibatkan 2 juta partisipan dari 80 negara menemukan bahwa tingkat depresi paling besar di usia paruh baya, sekitar umur 44; persamaan ini tak memandang jenis kelamin, status perkawinan, atau tingkat ekonomi. Mungkinkah ini akibat dari otak yang juga mulai menua di umur 40?
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Berita | Ditandai: depresi, kebahagiaan, lintas budaya, penuaan, stres, tua, umur | 1 Komentar »
Posted on Jumat, 23 Januari 2009 by Catshade
…jadi kalau anda sedang berdiet, hindarilah makan sembari menonton tayangan kriminal di TV atau setelah melayat orang. Hasil ini terungkap dari eksperimen dua peneliti perilaku konsumen di Amerika dan Belanda.
Para partisipan dibagi dalam dua kelompok dan diminta menulis esai. Kelompok yang pertama disuruh membuat esai mengenai perasaan mereka mengenai kematian mereka sendiri, sementara kelompok lainnya menulis mengenai sebuah prosedur medis yang menyakitkan.
Ketika setelahnya kedua kelompok itu diberi makan dan daftar belanjaan, kelompok yang pertama ditemukan makan lebih banyak dan ingin membeli lebih banyak barang dibanding kelompok kedua. Efek ini terutama tampak pada mereka yang punya rasa rendah diri.
Menariknya pula, eksperimen ini juga menemukan bahwa menempatkan cermin di depan para partisipan mengurangi kecenderungan mereka untuk makan berlebihan.
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Berita | Ditandai: belanja, beli, cermin, hidup, kematian, konsumen, makan, mati, perilaku, rendah diri | 1 Komentar »
Posted on Kamis, 22 Januari 2009 by Catshade
Meski namanya terdengar berat, rasanya banyak orang yang mengalami fobia sosial ini; mereka yang disebut ‘pemalu’, yang sulit bergaul dengan orang baru, lingkungan baru, atau berbicara di depan orang banyak. Tapi jangan kuatir; sejumlah peneliti dari Zurich University sedang mengujicoba sebuah obat yang bisa mengatasi hal itu.
Obat ini, yang diekstrak dari hormon alami tubuh bernama oxytocin, mengurangi aktivitas salah satu bagian otak (amygdala) yang berkaitan dengan rasa takut dan bahaya. Walhasil malu-malu kita berkurang dan rasa percaya kita terhadap orang asing meningkat. Bahkan dalam sebuah eksperimen, rasa percaya para subyek yang diujicoba tidak berkurang meski orang asing itu diketahui telah melakukan sesuatu yang merugikan kita.
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Berita | Ditandai: amygdala, asing, bahaya, fobia, hormon, malu, neurosains, otak, oxytocin, pemalu, sosial, takut | 1 Komentar »
Posted on Selasa, 20 Januari 2009 by Catshade
Boleh saja kata orang ‘life begins at 40‘, tapi menurut penelitan terbaru, pada umur 40-lah kinerja otak kita mulai menurun. Ini berkaitan dengan selubung mielin (myelin sheath), salah satu bagian yang penting dari sel saraf otak. Di atas umur 40, tubuh kita mulai kehilangan kemampuan untuk terus-menerus memperbaharui selubung itu, sehinga menyebabkan berbagai gejala kognitif yang dikaitkan dengan penuaan.
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Berita | Ditandai: myelin, neurosains, otak, penuaan, umur | 5 Komentar »
Posted on Minggu, 18 Januari 2009 by Catshade
…dan dinilai oleh wanita sebagai lebih tua, lebih sehat, dan lebih maskulin dibanding pria yang bersuara tinggi. Sebaliknya, pria menganggap wanita yang bersuara tinggi lebih atraktif, lebih feminin, lebih sehat, dan lebih muda dibanding wanita bersuara rendah.
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Berita | Ditandai: feminin, gender, kesehatan, laki-laki, maskulin, perempuan, pria, seksual, suara, umur, wanita | 1 Komentar »
Posted on Sabtu, 17 Januari 2009 by Catshade
Tentu kita semua sudah tahu idiom di atas, tapi sebuah penelitian di Inggris menunjukkan bahwa kedua hal tersebut secara biologis memang mirip; Hasil pemindaian otak memperlihatkan bahwa ada persamaan bagian otak yang aktif ketika seseorang melihat foto orang yang ia benci atau yang ia cintai.
Satu perbedaannya adalah: Bagian otak yang berkaitan dengan penilaian dan akal sehat tidak begitu aktif dalam mode ‘cinta’, sementara bagian serupa lebih banyak aktif ketika kita membenci.
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Berita | Ditandai: benci, biologi, cerebral cortex, cinta, insula, kasih, otak, putamen | 1 Komentar »
Posted on Jumat, 16 Januari 2009 by Catshade
Teorinya: Stereotipe, prasangka, dan diskriminasi terhadap suatu X akan semakin berkurang jika unsur X itu semakin banyak di masyarakat. Masyarakat yang terdiri dari banyak suku Batak, misalnya, tentu akan memiliki stereotipe negatif dan diskriminasi yang lebih sedikit terhadap suku itu dibanding masyarakat yang suku Bataknya menjadi minoritas kecil.
Tapi sebuah penelitian jangka panjang di Amerika rupanya tidak sesuai dengan teori itu. Meski populasi penderita obesitas di sana semakin banyak dari tahun ke tahun, orang-orang yang kegemukan ini juga masih merasa mengalami diskriminasi, bahkan jumlah mereka yang merasakan hal itu meningkat.
Hipotesis saya, ini karena ada unsur ekonomi di sana. Tak ada orang yang bisa menjual layanan mengganti agama, ras, atau suku bangsa, tapi sudah banyak perusahaan yang menjual layanan pelangsingan badan dengan berbagai cara; tentu merekalah yang diuntungkan jika stereotipe negatif tentang kelebihan berat badan tetap menyebar di masyarakat.
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Berita | Ditandai: berat badan, diskriminasi, gemuk, gendut, obesitas, prasangka, sosial, stereotipe | Leave a Comment »
Posted on Kamis, 15 Januari 2009 by Catshade
Sebabnya: Karena orang konservatif lebih lebih bisa melakukan rasionalisasi (pembenaran) ketika melihat segala ketidakadilan ekonomi dan sosial-politik yang terjadi di sekitarnya, sementara orang-orang liberal cenderung jadi frustrasi melihat semua itu.
Begitu juga dengan emansipasi dan pernikahan: Wanita yang pandangannya masih konservatif mengenai gender juga ditemukan lebih bahagia dalam pernikahan dibanding wanita yang egalitarian dan melek emansipasi.
Jadi, ignorance is really a bliss…?
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Berita | Ditandai: egaliter, ekonomi, emansipasi, gender, kesenjangan, ketidakadilan, konservatif, liberal, pembenaran, perempuan, perkawinan, pernikahan, politik, rasionalisasi, sosial, wanita | Leave a Comment »
Posted on Rabu, 14 Januari 2009 by Catshade
Bagaimana orangtua menetapkan aturan berpacaran bagi anak-anaknya mungkin berhubungan erat dengan hubungan cinta mereka sendiri. Stephanie Madsern dari McDaniel College, Maryland, menemukan bahwa orangtua yang tidak bahagia, tidak puas, atau tidak nyaman dengan hubungan cinta dengan pasangannya juga menerapkan aturan berpacaran yang cenderung ketat.
Orangtua yang semacam itu juga seringkali mendikte anak-anaknya mengenai bagaimana mereka harus memperlakukan (calon) pacar mereka, perilaku yang tentu saja dianggap si anak sebagai sesuatu yang terlalu invasif dan akhirnya malah membuat si anak tidak nyaman berhubungan dengan pacarnya. Padahal, kata Dr. Madsen, niat orangtua tersebut baik, yaitu agar anak-anak mereka lebih bahagia dalam soal cinta daripada mereka sendiri.
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Berita | Ditandai: aturan, cinta, norma, orangtua, pacar, parenting, perkawinan, pernikahan | 7 Komentar »