Bagi anda yang sudah (pernah) menikah, mungkin ini bukan temuan yang menarik. Tapi buat anda yang masih lajang, sedang mencari tanggal-tanggal yang pas, atau baru pulang dari bulan madu, jangan buru-buru memikirkan perceraian begitu anda merasa pasangan makin mengesalkan saja ulahnya. Menurut para peneliti dari University of Michigan’s Institute for Social Research, rasa jengkel itu wajar sebagai pertanda bahwa masing-masing sudah merasa nyaman dengan yang lain untuk mengeluarkan kelakuan aslinya dan tidak ‘jaim’ lagi. Pun hubungan itu tidak terus-terusan memburuk; orang-orang di usia paruh baya (umur 40 ke atas) melaporkan hubungan dengan pasangan yang lebih positif dibanding mereka yang berusia dewasa muda (20-39 tahun).
Menariknya, sementara hubungan anda dengan pasangan semakin memburuk (sampai taraf tertentu), hubungan dengan anak atau sahabat justru cenderung membaik terus kualitasnya seiring dengan berjalannya waktu.
|
DIarsipkan di bawah: Berita | Ditandai: anak, cinta, istri, komunikasi, perkawinan, pernikahan, sahabat, suami, teman
Pada awal usia pernikahan memang lumrah terjadi konflik antara suami-istri. Konflik itu adalah bagian dari proses penyesuaian diri antara keduanya, baik itu peran, perubahan struktur maupun lingkungan yang berbeda dari sebelumnya.
harus lebih mengerti visi misi berumah tangga,,,,dan tinggalin ego,,,, romantis sampe tuakan enak ^^