Teorinya: Stereotipe, prasangka, dan diskriminasi terhadap suatu X akan semakin berkurang jika unsur X itu semakin banyak di masyarakat. Masyarakat yang terdiri dari banyak suku Batak, misalnya, tentu akan memiliki stereotipe negatif dan diskriminasi yang lebih sedikit terhadap suku itu dibanding masyarakat yang suku Bataknya menjadi minoritas kecil.
Tapi sebuah penelitian jangka panjang di Amerika rupanya tidak sesuai dengan teori itu. Meski populasi penderita obesitas di sana semakin banyak dari tahun ke tahun, orang-orang yang kegemukan ini juga masih merasa mengalami diskriminasi, bahkan jumlah mereka yang merasakan hal itu meningkat.
Hipotesis saya, ini karena ada unsur ekonomi di sana. Tak ada orang yang bisa menjual layanan mengganti agama, ras, atau suku bangsa, tapi sudah banyak perusahaan yang menjual layanan pelangsingan badan dengan berbagai cara; tentu merekalah yang diuntungkan jika stereotipe negatif tentang kelebihan berat badan tetap menyebar di masyarakat.
|
DIarsipkan di bawah: Berita | Ditandai: berat badan, diskriminasi, gemuk, gendut, obesitas, prasangka, sosial, stereotipe