Posted on Kamis, 15 Januari 2009 by Catshade
Sebabnya: Karena orang konservatif lebih lebih bisa melakukan rasionalisasi (pembenaran) ketika melihat segala ketidakadilan ekonomi dan sosial-politik yang terjadi di sekitarnya, sementara orang-orang liberal cenderung jadi frustrasi melihat semua itu.
Begitu juga dengan emansipasi dan pernikahan: Wanita yang pandangannya masih konservatif mengenai gender juga ditemukan lebih bahagia dalam pernikahan dibanding wanita yang egalitarian dan melek emansipasi.
Jadi, [...]
DIarsipkan di bawah: Berita | Ditandai: egaliter, ekonomi, emansipasi, gender, kesenjangan, ketidakadilan, konservatif, liberal, pembenaran, perempuan, perkawinan, pernikahan, politik, rasionalisasi, sosial, wanita | Leave a Comment »
Posted on Rabu, 14 Januari 2009 by Catshade
Bagaimana orangtua menetapkan aturan berpacaran bagi anak-anaknya mungkin berhubungan erat dengan hubungan cinta mereka sendiri. Stephanie Madsern dari McDaniel College, Maryland, menemukan bahwa orangtua yang tidak bahagia, tidak puas, atau tidak nyaman dengan hubungan cinta dengan pasangannya juga menerapkan aturan berpacaran yang cenderung ketat.
Orangtua yang semacam itu juga seringkali mendikte anak-anaknya mengenai bagaimana mereka harus [...]
DIarsipkan di bawah: Berita | Ditandai: aturan, cinta, norma, orangtua, pacar, parenting, perkawinan, pernikahan | 7 Komentar »
Posted on Rabu, 31 Desember 2008 by Catshade
Bagi anda yang sudah (pernah) menikah, mungkin ini bukan temuan yang menarik. Tapi buat anda yang masih lajang, sedang mencari tanggal-tanggal yang pas, atau baru pulang dari bulan madu, jangan buru-buru memikirkan perceraian begitu anda merasa pasangan makin mengesalkan saja ulahnya. Menurut para peneliti dari University of Michigan’s Institute for Social Research, rasa jengkel itu [...]
DIarsipkan di bawah: Berita | Ditandai: anak, cinta, istri, komunikasi, perkawinan, pernikahan, sahabat, suami, teman | 2 Komentar »