Orang Gendut Semakin Didiskriminasi di Amerika

Teorinya: Stereotipe, prasangka, dan diskriminasi terhadap suatu X akan semakin berkurang jika unsur X itu semakin banyak di masyarakat. Masyarakat yang terdiri dari banyak suku Batak, misalnya, tentu akan memiliki stereotipe negatif dan diskriminasi yang lebih sedikit terhadap suku itu dibanding masyarakat yang suku Bataknya menjadi minoritas kecil.

Tapi sebuah penelitian jangka panjang di Amerika rupanya tidak sesuai dengan teori itu. Meski populasi penderita obesitas di sana semakin banyak dari tahun ke tahun, orang-orang yang kegemukan ini juga masih merasa mengalami diskriminasi, bahkan jumlah mereka yang merasakan hal itu meningkat.

Hipotesis saya, ini karena ada unsur ekonomi di sana. Tak ada orang yang bisa menjual layanan mengganti agama, ras, atau suku bangsa, tapi sudah banyak perusahaan yang menjual layanan pelangsingan badan dengan berbagai cara; tentu merekalah yang diuntungkan jika stereotipe negatif tentang kelebihan berat badan tetap menyebar di masyarakat.

clipped from www.time.com

As obesity rates continue to rise in the U.S., so might our acceptance of those who are overweight. But a new study from Yale University suggests the converse trend: rather than feeling tolerance in our society, the overweight and obese say they feel more heavily discriminated against now than they did a decade ago.
Led by Tatiana Andreyeva, a postdoctoral research associate at Yale’s Rudd Center for Food Policy and Obesity, a team of researchers questioned 1,100 subjects, aged 35 to 74, twice over a 10-year span (once between 1995 and 1996, and again between 2004 and 2006).
Between the two survey periods, the rate of discrimination due to height or weight increased from 7% of respondents to 12% of respondents.
“If a person perceives he is being discriminated against,” Andreyeva says, “it might have significant consequences for his or her health and mental health. Even the perception of discrimination can be important because it is self-perpetuating.”
blog it

Satu Tanggapan

  1. kata siapa tergantung dari kita sudut pandang kita menggap kita mampu untuk tidak mendengarkan omangan seperti itu lah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: