Depresi dan Stres Memuncak di Umur 40an

Sebuah survei skala besar yang melibatkan 2 juta partisipan dari 80 negara menemukan bahwa tingkat depresi paling besar di usia paruh baya, sekitar umur 44; persamaan ini tak memandang jenis kelamin, status perkawinan, atau tingkat ekonomi. Mungkinkah ini akibat dari otak yang juga mulai menua di umur 40?

clipped from www.livescience.com

And middle-age misery is not limited to the United States. In a separate study released in January, researchers in the United States and the UK looked at data on 2 million people from 80 nations and found most people are miserable in middle age. The probability of depression peaks around age 44, they found.
“Some people suffer more than others but in our data the average effect is large,” said University of Warwick Economist Professor Andrew Oswald, who participated in the global study. “It happens to men and women, to single and married people, to rich and poor, and to those with and without children. Nobody knows why we see this consistency.”

In the United States, Oswald and his colleagues found, unhappiness peaks at around age 40 for women and 50 years of age for men.


The 33 years of data revealed
upticks in happiness when the nation flourished economically. For example, she found
that 1995 was a very good year on the happiness scale.
blog it

2 Tanggapan

  1. boleh jadi secara anatomis mengalami penuaan…..tetapi spiritualnya mengalami kematangan…..sehingga bila mendalami agama dg baik ya tak depresi…….tetapi akan semakin bijak….

  2. keinginan untuk hidup bahagia dan tidak bermasalah adalah dambaan tiap insan , justeru keinginan ini yang membuat berbagai macam fase atau tahapan hidup dan berbagai bentuk konsep tentang hidup bahagia diwacanakan. secara psikologis setiap orang ingin mencoba meneliti diri selama hidupnya dalam suatu pertanyaan , sampai di fase manakah diri pribadi aku… dan lebih sensasionalnya diri ini mencoba untuk mencocok cocokkan dengan kondisi psikologis menurut konsep yang ada…mereka tidak menyadari bahwa suau proses psikologis adalah proses yang setiap detik akan selalu berjalan tiada heni…jadi tidak ada proses berhenti hingga ajal menjemput. sayang semua tidak mau menerima realita sebagai apa adanya. Inilah jebakan hidup yang sesungguhnya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: